Berita

KTH Gunung Batukumpay Jadi Narasumber Sekolah Lapang Agroforestri Kopi, Kawasan Perkebunan Gunung Batukumpay Jadi Destinasi Pembelajaran

Rabu 12 Agustus 2026 · 24 dilihat · 1 bulan yang lalu
KTH Gunung Batukumpay Jadi Narasumber Sekolah Lapang Agroforestri Kopi, Kawasan Perkebunan Gunung Batukumpay Jadi Destinasi Pembelajaran

Santuun, 14 Agustus 2026 — Kawasan perkebunan kopi Gunung Batukumpay di Desa Santuun, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, menjadi salah satu destinasi dalam kegiatan Sekolah Lapang Agroforestri Kopi Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi pengembangan kopi berbasis agroforestri sekaligus berbagi pengalaman pengelolaan kawasan perkebunan kepada para peserta.

Dalam kegiatan tersebut, Kelompok Tani Hutan (KTH) Gunung Batukumpay turut berperan sebagai narasumber dengan menyampaikan pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan kawasan Gunung Batukumpay, khususnya dalam pengembangan tanaman kopi yang dipadukan dengan prinsip agroforestri.

Sekolah Lapang Agroforestri Kopi merupakan kegiatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman langsung di lapangan. Melalui kunjungan ke kawasan perkebunan Gunung Batukumpay, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga dapat melihat secara langsung kondisi perkebunan, pola pengelolaan tanaman, serta potensi pengembangan kopi di kawasan hutan dan lahan masyarakat.

KTH Gunung Batukumpay menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena memiliki pengalaman dalam mengelola kawasan dan mengembangkan potensi kopi Gunung Batukumpay. Berbagai pengalaman yang dimiliki kelompok diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta dalam memahami bagaimana pengembangan kopi dapat dilakukan secara produktif sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Dalam sesi berbagi pengalaman, KTH Gunung Batukumpay memperkenalkan potensi kawasan Gunung Batukumpay sebagai salah satu kawasan yang memiliki prospek pengembangan komoditas kopi. Selain aspek budidaya, pengelolaan kawasan juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan edukasi, promosi produk lokal, hingga destinasi wisata berbasis perkebunan dan lingkungan.

Kawasan perkebunan Gunung Batukumpay sendiri memiliki daya tarik tersendiri dengan kondisi alam dan hamparan perkebunan yang menjadi bagian dari potensi Desa Santuun. Keberadaan kawasan tersebut menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan sekolah lapang karena peserta dapat memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan konsep agroforestri di lapangan.

Melalui kegiatan ini, potensi kopi Gunung Batukumpay semakin diperkenalkan kepada masyarakat dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan perkebunan kopi, kehutanan, serta agroforestri di Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengetahuan antara KTH Gunung Batukumpay dengan kelompok tani, pelaku usaha, pemerintah, maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan semakin luasnya jaringan dan pengetahuan yang dimiliki, pengembangan kopi Gunung Batukumpay diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Bagi Pemerintah Desa Santuun, keberadaan kawasan perkebunan Gunung Batukumpay merupakan salah satu potensi lokal yang dapat terus dikembangkan. Tidak hanya dari sisi produksi kopi, kawasan ini juga memiliki peluang untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui pengolahan produk kopi, promosi produk unggulan desa, edukasi pertanian, dan wisata berbasis alam.

Keterlibatan KTH Gunung Batukumpay sebagai narasumber dalam Sekolah Lapang Agroforestri Kopi sekaligus menjadikan kawasan perkebunan Gunung Batukumpay sebagai lokasi pembelajaran merupakan bentuk nyata bahwa pengalaman masyarakat di tingkat lokal dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pengembangan agroforestri.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kopi Gunung Batukumpay semakin dikenal sebagai salah satu potensi unggulan Desa Santuun dan Kabupaten Tabalong. Ke depan, pengembangan kawasan diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat serta tetap menjaga kelestarian kawasan dan lingkungan.

KTH Gunung Batukumpay — Belajar dari Alam, Mengembangkan Kopi, dan Menguatkan Potensi Desa Santuun.