Pertanian, Peternakan dan Perkebunan

Manyalukut, Tradisi Membuka Lahan yang Perlu Dilakukan dengan Aman dan Bertanggung Jawab

Senin 13 Juli 2026 · 7 dilihat · 2 minggu yang lalu
Manyalukut, Tradisi Membuka Lahan yang Perlu Dilakukan dengan Aman dan Bertanggung Jawab

Desa Santuun, Kecamatan Muara Uya – Membuka lahan dengan cara membakar atau yang dalam bahasa Banjar dikenal sebagai manyalukut merupakan tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh sebagian masyarakat untuk mempersiapkan lahan pertanian maupun perkebunan. Metode ini dinilai efektif dalam membersihkan semak belukar, ranting, dan sisa tanaman sebelum lahan diolah.

Meskipun demikian, kegiatan manyalukut harus dilakukan secara bijaksana dengan mengutamakan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan. Pembakaran yang tidak terkendali berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau ketika kondisi vegetasi sangat kering dan angin bertiup cukup kencang.

Pemerintah Desa Santuun mengimbau masyarakat yang akan membuka lahan agar terlebih dahulu memastikan kondisi cuaca mendukung, membuat sekat bakar di sekeliling area yang akan dibersihkan, menyiapkan peralatan pemadam sederhana seperti tangki semprot, ember, atau sumber air terdekat, serta tidak meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam.

Selain itu, kegiatan manyalukut sebaiknya dilakukan secara bergotong royong sehingga proses pengawasan terhadap api dapat dilakukan dengan lebih optimal. Kehadiran beberapa orang di lokasi akan memudahkan penanganan apabila api mulai merambat keluar dari area yang telah ditentukan.

Pemerintah Desa juga mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan metode pembukaan lahan tanpa bakar sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan alat pertanian maupun pemanfaatan sisa vegetasi sebagai kompos dapat menjadi pilihan yang mampu menjaga kesuburan tanah sekaligus mengurangi risiko terjadinya kebakaran.

Melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan tradisi manyalukut tetap dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan keselamatan, kesehatan, maupun kelestarian lingkungan. Kerja sama seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan dengan aman, produktif, dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Santuun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan menerapkan praktik pembukaan lahan yang aman. Dengan disiplin, kewaspadaan, dan semangat gotong royong, tradisi manyalukut dapat tetap dilestarikan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.